u4-buatkan-sketsa-ilustrasi-gambar-cerpen-yang-berjudul-Pengubah-Nasib-Takdir-atau-Pilihan
Pengubah Nasib, Takdir atau Pilihan?

Raffa Nufhail Revandy

 

Lampu jalanan menyinari suatu rumah di pedesaan terpencil, terlihat seorang anak yang sedang makan malam bersama orang tuanya 

“Makan sama apa bu hari ini?”

“Nasi sama kerupuk aja nak gapapa ya?”

“Iya bu gapapa ko”

Namanya Jono dia hidup berdua bersama ibunya ayahnya meninggal ketika Jono masih kecil, mereka hidup di Sukabumi Jawa Barat, Jono hidup dengan kekurangan ekonomi Jono menduduki kelas 9 SMP ia bodoh dalam belajar tetapi dia sangat menyukai sastra

Suatu hari ada lomba sastra Jono ingin mengikutinya, dia ingin mendaftar ternyata mendaftarnya perlu membayar uang sebesar Rp. 50.000,-,tapi dia tau bahwa dia tidak akan sanggup membayarnya.

Tiba-tiba ada teman Jono yang mendekati Jono

“Kenapa jon ?, kok kayak yang sedih gitu ?”

“Ehh gak apa-apa ko, ini cuma mau lihat pendaftaran lomba sastra aja”

“Yang bener ?”

“Gak ada uang ya?, ya udah aku bayarin aja ya?”

“Jangan, nanti ngerepotin kamu lagi?”

“Gak apa-apa ko, tenang aja”

“Makasih ya Alana”

Alana teman dekat Jono juga tetangganya, dia satu sekolah dengan jono juga satu kelas, jadi jono dan alana selalu bersama, alana orang yang cukup populer di sekolahnya karena kecantikannya 

Lomba dilaksanakan pada minggu depan, jono mengikuti lomba membaca puisi,

jika menang siswa bisa  mendapatkan uang tunai.

“Semangat yaa lombanyaa jon”

“Makasih ya Alana”

“Iya sama-sama”

Keesokan harinya tiba, Jono sedang sarapan bersama ibunya sebelum berangkat ke sekolah, lalu Jono bercerita kepada ibunya bahwa dia mengikuti lomba sastra di sekolahnya 

 

“Bu, aku ikut lomba sastra di sekolah, lombanya minggu depan, minta doanya ya semoga menang”

“Iya nak, ibu doain semoga lancar ya”

“Makasih bu”

Lalu jono berpamitan kepada ibunya untuk pergi ke sekolah,jarak sekolah dari rumah tidak terlalu jauh, jadi dia berangkat jalan kaki setiap hari.Ketika di depan gerbang sekolah, Jono berlari karena jam masuk kelas sudah berbunyi, sesampainya di depan kelas jono masuk kelas dan bertemu Alana.

“Untung aja belum ada gurunya”

“Jon dari mana aja ko telat ?, kesiangan ya ?”

“Ngga ko, tadi abis ngobrol sama ibu”

“Ohh gitu”

Pelajaran pertama dimulai, lumayan lama Jono jadi bosan, Jono menunggu sampai akhirnya selesai.Bel istirahat terdengar *kringgg*Jono pergi ke kantin untuk jajan batagor.
“Mang, batagornya tujuh ribu ya”

“Siap a”

Setelah batagornya selesai, Jono pergi ke depan kelas untuk duduk di bawah pohon,

tiba-tiba jono terkejut karena ada Alana yang menyentuhnya dari belakang.

“Jon, sendiri aja?”

“Eh iya nih, ngagetin aja”

“Lagi ngapain jon, sendirian aja?

“Lagi duduk aja sih”

“Ohh gitu”

Setelah itu mereka lanjut mengobrol, sampai jam istirahat selesai bel masuk pun berbunyi *Kringgg* semua siswa akhirnya memasuki kelas masing masing setelah lama pembelajaran, akhirnya pelajaran pun selesai.

Jono pulang jalan kaki ke rumahnya di jalan Jono baru ingat bahwa dia belum membuat puisi untuk lomba minggu depan

“oiya, aku belum membuat puisi, nanti deh pas di rumah”

Akhirnya Jono melanjutkan perjalanan ke rumahnya di rumah Jono segera membuat puisinya Jono bingung puisi apa yang akan dia buat, akhirnya Jono menemukan suatu ide puisi tentang pendidikan.

Minggu depan tiba, Jono mendapatkan nomor urut 5 Jono merasa gugup, karena dilihat orang ramai,sampai akhirnya nama jono dipanggil untuk ke depan panggung.

 

Jono membacakan puisinya, yang berjudul: 

 

“Murid”

karya : Jono

 

Terlahir karena terpilih

Berada di bumi karena takdir 

 

melangkah dengan menabur berkat

menjadi terang karena tuntutan

 

terpilih menjadi murid teladan

berada di sekolah karena pilihan

mencari ilmu dengan kesungguhan

murid teladan yang menjadi terang 

 

Akhirnya jono selesai membacakan puisinya, semua guru, murid dan yang melihatnya terdiam setelah jono membacakan puisinya.

Tepukan tangan terdengar dari penonton.

Pengumuman lomba di bacakan, ketika lomba puisi dibacakan 

juara 1 lomba membaca puisi. 

“Ananda Jono dari kelas IX B”

Semua penonton bertepuk tangan dengan ramai.

“Kepada ananda jono di persilahkan untuk maju kedepan panggung”

Jono di foto oleh tim panitia, jono sangat senang bisa memenangkan lomba dan mendapatkan uang tunai sebesar Rp 500.000

“alhamdulillah ya allah bisa menang”

Tidak lama ada yang mendatangi jono, yaitu alana dan ibunya jono 

“Alhamdulillah nak kamu bisa menang ya.”

“Iya bu, ini uangnya buat ibu ya.”

“Makasih ya nak”

Ibu jono menangis terharu karena jono masih memberi uang untuknya Alana juga memberi ucapan selamat kepada jono.

“Selamat ya jon, kamu bisa menang.”

“Makasih ya Alana, ini juga karena bantuan kamu.”

“Gak apa-apa ko santai ajaa.”

Akhirnya jono pulang dengan hati yang senang bersama ibunya ke rumah. Jono lulus bulan ini, dia mendapat libur selama dua minggu. Jono masuk sekolah bulan depan sudah masuk ke SMA.

Selama libur jono mengembangkan sastranya, membuat cerpen atau puisi,

uang yang didapatkan jono digunakan untuk membeli buku dan seragam sekolah sisanya untuk ekonomi di rumah. 

Sampai akhirnya hari libur selesai, hari pertama jono masuk sekolah SMA jono sudah bangun tanpa dibangunkan oleh ibunya, karena sudah tidak sabar. Ibunya membuka pintu, ibunya kaget.

“ Jon, bangun jon”

“ Udah bu, udah bangun”

“ Lah tumben, udah bangun?”

“ Iya dong, hehe”

Jono keluar kamar, langsung menuju kamar mandi 

setelah mandi jono tidak lupa sholat subuh di rumahnya, setelah itu jono bersiap siap memakai seragam dan sarapan pagi bersama ibunya.

“Jon, di sekolah yang bener ya, udah SMA”

“Iya buu”

Jono segera berpamitan kepada ibunya dan berangkat menuju sekolah, di jalan Jono bertemu banyak sekali siswa baru yang berdatangan dari mana saja, tiba-tiba Jono terkejut karena dia bertemu dengan orang yang tidak asing yaitu Alana.

“Ehh Alana?”

“Jon ?, gimana kabar baik?”

“Baik kok,”

“Ko bisa ketemu lagi sih ?”

“Gatau atuh”

Setelah itu jono dan alana masuk ke dalam sekolah bersama untuk memasuki kelas masing masing, hari pertama masih MPLS, jono mulai berkenalan dengan teman yang lain.

“Perkenalkan nama saya Jono, dari SMPN 1 Sukabumi, saya orangnya menyukai sastra.”

 

Setelah itu, seluruh siswa diperintahkan untuk istirahat, jono pun pergi ke kantin sendirian, kemudian ada segerombolan siswa yang mendatangi jono dan menyapanya.

“Jon, sendirian aja?”

“Iya nih,”

“Boleh ikut?”

“Boleh kok”

Tiga teman jono yang baru berkenalan padanya sebelum istirahat namanya Fadil, Raka dan Salsa, mereka bertiga telah berkenalan dengan jono, setelah itu mereka lanjut beristirahat dan mengobrol. *Kringgg* bel masuk terdengar, akhirnya mereka semua memasuki kelas masing masing.

Setelah itu mereka memulai lagi acara MPLS, karena masih MPLS jadi pulangnya tidak sore hari. Sampai akhirnya Jono pulang ke rumahnya karena sudah selesai. Sampai di rumah jono bercerita kepada ibunya tentang di sekolahnya.

“ Gimana hari pertamanya, seru gak?

“ Seru bu, aku ketemu banyak teman baru.”

“ Yaudah atuh, ganti baju dulu.”

“ Iya bu.”

Perlahan tapi pasti Jono akhirnya menjadi orang yang sukses. Setelah 7 Tahun kemudian…

Terlihat seorang pria yang berlari ke suatu rumah 

“Akhirnya pulang juga ke rumah, ibu pasti udah nungguin “  

*tok tok tok*

“Assalamualaikum bu jono pulang “

“Waalaikumsalam sebentar “  

“Eh jono, udah beda ya kamu sekarang ? “ 

“Beda apanya si bu ? “

“Beda bajunya “

“Bisa aja bu “ 

Jono akhirnya menjadi orang yang sukses, setelah merantau ke jakarta untuk kuliah 

dia telah membanggakan kedua orang tuanya, walau di sekolah bodoh dia memiliki satu bakat yang terpendam, seseorang bisa sukses dengan cara apa saja. 

“Andai ayah masih ada, mungkin bangga melihat anaknya yang sudah sukses “

Bionarasi

Namanya Raffa Nufhail Revandy lahir di Bekasi 6 Desember 2011 sekarang menduduki kelas 8 di SMPIT Al-Ukhuwah Subang Jawa Barat hobinya futsal jadi penjaga Gawang bukan penjaga Hati.

 

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Artikel Terkait

    Program Literasi

    Program Gerakan Literasi Sekolah SMPIT AL-UKHUWAH No Nama Program Tujuan Pembuktian Deskripsi 1. Duta Literasi Sebagai penggerak literasi sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa lainnya Terciptanya beberapa karya Merupakan sekelompok siswa yang dibentuk untuk mengembangkan literasi di sekolah 2. Bengkel Sastra Wadah untuk mengembangkan minat dan bakat siswa terhadap Sastra Indonesia (Prosa, Puisi, Drama) Pagelaran Sastra

    Baca selengkapnya...

    Karya Literasi

    Buku Antologi Cerpen “Terlihat Susah, tapi Bismillah! Jilid 1” Buku Antologi Cerpen “Terlihat Susah, tapi Bismillah! Jilid 2” Buku Antologi Puisi “ Kertas Usang Demokrasi” Buku Antologi Puisi “Arahnya Ke Mana?” Buku Antologi Cerpen “Allah Tahu Kamu Lelah Jilid 1” Buku Antologi Cerpen “Allah Tahu Kamu Lelah Jilid 2” Buku Antologi Puisi “Mencari Sembuh” Buku

    Baca selengkapnya...